Perbedaan Open Source dan Close Source Detail!

Perbedaan Open Source and Close Source Detail!
Open Source dan Close Source 

Halo sobat tekno, jika kamu pernah mendengar mengenai Open Source dan Close Source dan belum mengetahui perbedaan di antara keduanya, maka pada artikel ini akan dijelaskan mengenai Open Source dan Close Source beserta perbedaannya secara lengkap, detail beserta contohnya. 

1. Open Source Software :

Perangkat lunak open source mengacu pada perangkat lunak komputer yang sumbernya terbuka berarti masyarakat umum dapat mengakses dan menggunakan. Singkatnya itu disebut sebagai OSS. Kode sumber perangkat lunak sumber terbuka bersifat publik. Ini menggunakan kode yang tersedia secara bebas di Internet. Kode ini dapat dimodifikasi oleh pengguna dan organisasi lain yang berarti bahwa kode sumber tersedia untuk dilihat siapa saja. Harga perangkat lunak open source sangat murah dan tidak ada banyak batasan pada pengguna berdasarkan kegunaan dan modifikasi perangkat lunak.

Beberapa contoh perangkat lunak open source adalah Firefox, OpenOffice, Gimp, Alfresco, Android, Zimbra, Thunderbird, MySQL, Mailman, Moodle, TeX, Samba, Perl, PHP, KDE dll.


2. Close Source Software :

Perangkat lunak sumber tertutup mengacu pada perangkat lunak komputer yang kode sumbernya ditutup berarti publik tidak diberikan akses ke kode sumber. Singkatnya ini disebut sebagai CSS. Dalam perangkat lunak sumber tertutup, kode sumber dilindungi. Satu-satunya individu atau organisasi yang telah membuat perangkat lunak hanya dapat mengubahnya. Harga perangkat lunak sumber tertutup tinggi dan pengguna harus memiliki lisensi yang valid dan terotentikasi untuk menggunakan perangkat lunak. Seperti mengeluarkan lisensi yang diautentikasi sehingga juga menempatkan banyak batasan pada pengguna berdasarkan kegunaan dan modifikasi perangkat lunak.

Beberapa contoh perangkat lunak sumber tertutup adalah Skype, Google earth, Java, Adobe Flash, Virtual Box, Adobe Reader, Microsoft office, Microsoft Windows, WinRAR, mac OS, Adobe Flash Player dll.


Perbedaan antara Perangkat Lunak Sumber Terbuka dan Perangkat Lunak Sumber Tertutup :


01. Perangkat lunak sumber terbuka adalah perangkat lunak komputer yang sumbernya terbuka, artinya dapat diakses dan digunakan oleh masyarakat umum. 

Perangkat lunak sumber tertutup mengacu pada perangkat lunak komputer yang kode sumbernya ditutup berarti publik tidak diberikan akses ke kode sumber.

02. Software Open Source singkatnya disebut juga dengan OSS. 

Closed Source Software singkatnya juga disebut sebagai CSS.

03. Kode sumber perangkat lunak open source bersifat publik. 

Dalam perangkat lunak sumber tertutup, kode sumber dilindungi.

04. Kode ini dapat dimodifikasi oleh pengguna dan organisasi lain sehingga kode sumbernya dapat dilihat oleh siapa saja. 

Satu-satunya individu atau organisasi yang telah membuat perangkat lunak hanya dapat mengubah kode.

05. Harga perangkat lunak open source sangat murah. 

Harga perangkat lunak sumber tertutup tinggi.

06. Tidak ada banyak batasan pada pengguna berdasarkan kegunaan dan modifikasi perangkat lunak. 

Ada begitu banyak batasan pada pengguna berdasarkan kegunaan dan modifikasi perangkat lunak.

07. Programmer bersaing satu sama lain untuk mendapatkan pengakuan. 

Pemrogram tidak bersaing satu sama lain untuk mendapatkan pengakuan.

08. Pemrogram dengan bebas memberikan perbaikan untuk pengakuan jika perbaikan mereka diterima. 

Pemrogram dipekerjakan oleh perusahaan/organisasi perangkat lunak untuk meningkatkan perangkat lunak.

09. Jika program tersebut populer maka sejumlah besar programmer dapat mengerjakan proyek tersebut. 

Ada batasan jumlah programmer/tim yang akan mengerjakan proyek tersebut.

10. Itu dibeli dengan kode sumbernya. Itu tidak dibeli dengan kode sumbernya.

11. Perangkat lunak terbuka dapat diinstal ke komputer mana pun. 

Kebutuhan perangkat lunak tertutup memiliki lisensi yang valid sebelum instalasi ke komputer manapun.

12. Perangkat lunak open source gagal dengan cepat dan memperbaiki lebih cepat. 

Perangkat lunak sumber tertutup tidak memiliki ruang untuk kegagalan.

13. Dalam perangkat lunak sumber tertutup tidak ada yang bertanggung jawab atas perangkat lunak tersebut. 

Dalam perangkat lunak sumber tertutup, vendor bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada perangkat lunak.

14. Contohnya adalah Firefox, OpenOffice, Gimp, Alfresco, Android, Zimbra, Thunderbird, MySQL, Mailman, Moodle, TeX, Samba, Perl, PHP, KDE dll.

 Contohnya adalah Skype, Google earth, Java, Adobe Flash, Virtual Box, Adobe Reader, Microsoft office, Microsoft Windows, WinRAR, mac OS, Adobe Flash Player dll.


#Note

Dari 14 poin tersebut point pertama untuk open source dan setelah enter untuk close source

Sekian semoga artike Titik Tekno mengenai perbedaan Open Source dan Close Source dapat bermanfaat dan membantu kamu memahami mengenai perbedaan di antara Open Source dan Close Source.

Baca Juga:

Pengertian Open Source, Sejarah, Contoh dan Cara Kerjanya Lengkap!

Mengenal Jenis NFT Ada Apa Saja yang Biasa Diperjualbelikan Disertai Penjelasannya

Apa itu Sistem Operasi? Penjelasan, Sejarah, Jenis-Jenis Sistem Operasi, Fitur dan Contohnya Lengkap

Cara Mengetahui Harga Website atau Blog Mudah!

Posting Komentar

0 Komentar